Breaking News

no image

Kali ini saya mau menulis seputar pembelian rumah indent berdasarkan pengalaman dan info yang saya ketahui. Tentu jika anda cari seputar pengajuan KPR sudah banyak blog dan situs yang memberikan informasinya dan kurang lebih sama infonya. Saya akan bahas lebih spesifik yaitu pembelian untuk rumah indent. Ok langsung saja ke pembahasannya.

Sebelumnya saya mau menjelaskan apa itu rumah indent. Dalam tulisan ini saya akan membahas rumah yang dijual namun secara fisik belum jadi alias hanya gambar saja. Di indonesia praktek penjualan rumah indent ini cukup banyak kita temui. Ada beberapa keuntungan dari sisi developer dan konsumen dalam prakterk penjualan rumah indent.

Developer tentunya dapat menjual rumah sebelum rumahnya dibangun dengan bantuan dana dari konsumen. Sementara konsumen mendapat harga lebih murah dibanding jika bangunannya sudah jadi . kenapa bisa lebih murah? Karena lingkungannya belum terbentuk sehingga dan developer tentunya membutuhkan tambahan modal untuk membangun rumah.

Namun ada kerugiannya juga membeli rumah indent. Sayangnya lebih banyak konsumen yang dirugikan. Selain tidak tahu kualitas bangunan juga rawan gagal bangun alias mangkrak dan developernya bangkrut. Untuk itu pemilihan developer yang bagus sangat diperlukan. Minimal sudah ada proyek perumahan yang sudah dibangun, jika belum ada resikonya tentu sangat bersar. Dukungan dan kerja sama dengan bank juga menjadi indikator developer cukup kredibel.

Sebenarnya pemerintah sudah mengatur hal yang menguntungkan konsumen yaitu Akad kredit baru bisa dilaksanakan ketika proses pembangunan sudah di atas 80-90%. Artinya bank baru akan membayar developer ketika rumah sudah berbentuk dan selama proses tersebut konsumen tidak boleh dipungut iuran bulanan. Namun ada celah dari proses ini yang dimanfaatkan developer untuk berbuat curang.

Seperti kita tahu untuk bisa akad KPR ada uang down payment 10-30% yang dibayarkan ke developer karena bank tidak boleh menyalurkan kredit 100% ke developer. Yang perlu anda ingat adalah anda belum berurusan dengan bank jika Surat Pemberian Kredit belum dikeluarkan bank untuk anda, biasa dikenal dengan istilah SP3. Sebelum ada surat tersebut maka anda tidak ada kewajiban apapun kepada bank. Perlu anda ketahui juga bahwa keluarnya SP3 bukan final atau anda bisa tenang dengan KPR anda. Sebelum akad KPR dilaksanakan maka posisi anda belum lah aman.

Kembali ke Down payment tadi. Kebanyakan urusan pembayaran DP adalah antara konsumen dengan developer, di sini bank tidak campur tangan dan cukup jarang bank campur tangan di sini. Jadi transaksi ini murni antara konsumen dengan developer. Sebelum DP biasanya ada uang tanda jadi atau bisa juga disebut NUP. Biaya ini tidak bisa ditarik dan tidak masuk dalam perhitungan DP. Pembayaran DP pun beragam ada yang harus langsung lunas atau bertahap. Sebaiknya pilih pembayaran pertahap walaupun anda mampu membayar lunas. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan resiko jika pengembang tidak memenuhi janjinya. Cicilan DP juga tidak dikenakan bunga, sangat jarang developer mengenakan bunga untuk DP. Jadi sebaiknya anda manfaatkan.

Transaksi DP ini anda harus benar-benar teliti dan memilih developer yang kredibel. Resikonya jika anda sudah DP dan developer bangkrut atau kabur maka uang anda hilang. Dengan membayar DP bertahap maka resiko kehilangan dapat diminimalkan. Lakukan beberapa proses untuk meminimalkan resiko dan membuat kedudukan anda tidak lemah:

1. Usahakan buat PPJB atau Perjanjian Pra Jual Beli yang intinya nanti perjanjian tersebut menjadi Akta Jual Beli yang ditanda tangani notaris. PPJB dapat dibuat tanpa notaris ataupun dengan notaris, sebaiknya dibuat dengan notaris agar kekuatan hukumnya lebih tinggi lagi.
2. Selalu minta bukti tanda terima pembayaran DP sebagai bukti anda sudah membayar.

Dengan melakukan langkah di atas developer terikat pada perjanjian sehingga apabila bangkrut atau ingkar anda bisa menuntut developer tersebut dan kemungkinan uang anda masih bisa kembali. Tahapan DP inilah posisi paling rawan.

Setelah fisik rumah jadi 80-90% mintalah segera Akad kredit dengan bank. Bila developer sudah bekerja sama dengan bank proses ini akan lebih mudah karena segala urusan surat-surat dan pemecahan sertifikat sudah diatur oleh bank. Kita hanya perlu Akad dengan bank saja. Setelah Akad kewajiban pembayaran rumah sepenuhnya akan dilakukan oleh bank kepada developer. Di sini urusan kita dengan developer sudah selesai. Urusan kita sekarang dengan bank untuk membayar kewajiban pembayaran bulanannya.

Dengan melalui KPR kita diuntungkan dengan tidak perlu repot mengurus surat-surat lagi. Mengecek keaslian IMB, Sertifikat, dll adalah tugas bank dan sudah semua dikerjakan oleh bank. Kemungkinan kita membeli rumah dengan sertifikat yang masih sengketa atau IMB palsu sudah diminimalkan di sini. Bank tentu sangat berhati-hati dengan developer. Mereka memliki aturan sendiri untuk bisa bekerja sama dengan developer.

Pembelian Cash Bertahap tanpa melalui KPR 

Selain melalui KPR Bank, beberapa developer juga menerapkan sistem Cash bertahap. Biasanya jangka waktu sampai 5 tahun dan bisa tanpa bunga. Jika ada sangup melunasi dalam jangka waktu yang singkat pilihan ini tentu cocok dengan anda namun sekali lagi resikonya lebih besar dibanding lewat KPR. Jika developer sama sekali tidak bekerja sama dengan bank dalam artian sistem penjualanya menggunakan cash bertahap dan KPR namun konsumen yang mengurus sendiri maka anda perlu berhati-hati. Masalah surat-surat anda harus cek benar keasliannya dan tidak sengketa karena di sini proyek perumahan tersebut murni tidak ada kerja sama dengan bank.

Resiko developer pailit dan tidak mampu bayar sangat besar apabila developer tersebut tidak mempunyai modal yang cukup. Berbeda dengan developer yang bekerja sama dengan bank. Pada tahap pembangunan jika developer tersebut sudah pernah membangun 1 perumahan, bank biasanya akan memberikan sekian persen dana kenapa developer untuk membangun rumah.

Lakukan cash bertahap jika anda benar-benar yakin developer tersebut kredibel dan memiliki modal yang cukup untuk menyelesaikan proyeknya.

Tip supaya tidak kena bunga yang tinggi

Nah bagaimana kalau sebenarnya kita punya uang cash yang cukup atau kurang sedikit untuk membeli tunai namun kita tidak yakin atau takut ditipu oleh developer? Saran saya belilah dengan sistem KPR. Lah tapi nanti kena bunga dong?

Memang kita akan dikenalan bunga, biaya provisi, dst. Namun kalau kita hitung biaya seperti pengurusan pajak, notaris, dsb kita juga harus bayarkan. Hanya bedanya ada biaya provisi, pengalihan hak dan sebagainya serta bunga per bulan.

Kita manfaatkan saya pelunasan dipercepat. Beberapa bank memberikan fasilitas pelunasan dipercepatan setelah 1 tahun kredit. Nah lunasi saja setelah satu tahun, namun perlu dilihat dulu jika sertifikatnya sudah jadi. Biasanya kita dikenakan denda 1% dari sisi pokok hutang. Anggap saja bunga dan biaya2 tersebut kita keluarkan untuk mencegah resiko. Sisa uangnya bisa kita gunakan untuk ditabung atau diinvestasikan juga.

Memang awal2 tahun bank akan memperoleh porsi bunga yang lebih besar dengan sistem bunga anuitas karena hal tersebut digunakan untuk meminimalisir kredit macet. Bank memperoleh bunga yang lebih besar sebelum terjadinya kredit macet.

Sekian info dan berbagi pengalaman saya dalam membeli rumah indent. Memang resikonya besar namun bukan berarti kita tidak bisa mengurangi resiko tersebut.




no image

HP BM sejak jaman dulu memang sulit diberantas. Entah ketidak tegasan petugas dilapangan atau memang oknum importing yang lihai memasukan barang. Melanjutkan tulisan saya tentang TKDN HP BM adalah satu masalah yang perlu ketegasan pemerintah untuk dapat membatasi peredarannya.

Beberapa waktu lau gencar dilakukan razia HP BM yang kebanyakan merek Xiaomi. Knp Xiaomi banyak kena razia? HP ini merupakan salah satu HP murah dengan spesifikasi yang di atas rata-rata brand lain. Sebenarnya bisa murah karena memang masuknya secara ilegal dan tidak bayar pajak. Banyak toko di online shop menyebutnya garansi distributor. Ok cukup pembahasanya soal xiaomi, saya akan bahas pada post tersendiri.

Keberadaan HP BM ini tentu merugikan daeler resminya karena secara harga jelas menjadi tidak bisa bersaing dan citra brand tersebut menjadi jelek karena kualias HP BM belum tentu sama dengan yang garansi resmi. HP BM masuk tanpa melalui proses sertifikasi dari dirjen postel. Proses sertifikasi ini penting untuk memastikan HP yang akan di jual cocok dengan jaringan yang ada di indonesia. Banyak keluhan dari pembeli HP BM mengenai sinyal yang jelek, tidak support 3G maupun 4G. Wajar saja hal ini terjadi karena HP tersebut dijual untuk negara lain yang secara frekuensi maupun jaringan berbeda dengan indonesia.

HP yang sudah bersertifikat postel sudah dipastikan bisa digunakan dengan operator yang ada di indonesia tanpa kendala. Ketersediaan service resmi juga jelas karena jaminan purna jual juga menjadi salah satu poin agar ponsel mendapat sertifikat lolos uji. Selain itu aksesoris seperti kepala charger yang sesuai dengan standard indonesia dan buku manual bahasa indonesia. Soal garansi memang HP BM ada garansi distributor namun spare part yang digunakan dan waktu perbaikan bisa jadi lebih lama.

Hal-hal semacam ini yang banyak konsumen di indonesia tidak mengetahui dan ujung-ujungnya menyalahkan brand tersebut padahal brand tersebut masuk ke indonesia tidak melalui daeler resmi yang ditunjuk oleh bran yang bersangkutan. Brand dan daeler resmi tidak bisa berbuat banyak dengan maraknya ponsel BM yang beredar. Pemerintah dituntut tegas dalam mengurangi peredaran HP BM di pasaran.

Tugas ini tentunya bukan hanya wewenang kominfo karena pintu masuk ke indonesia ada di bea cukai dan kementrian perdagangan. Kominfo tentu tidak bisa berbuat banyak dengan distribusi tersebut. Tetapi kominfo punya jurus jitu untuk memberantas HP BM tersebut. Kominfo dapat memblokir nomer IMEI HP yang tidak lolos sertifikasi sehingga HP tersebut tidak bisa digunakan dengan operator indonesia.

Seperti kita ketahui bahwa setiap perangkat HP memiliki nomer IMEI unik yang berbeda-beda. Nomer IMEI ini digunakan untuk register ke jaringan operator. Jika IMEI tersebut diblokir oleh operator maka HP tersebut tidak bisa masuk ke jaringan operator. Sistem ini mudah untuk diterapkan dan langsung kelihatan hasilnya dalam mengurangi peredaran HP BM. Namun dampaknya sangat merugikan konsumen.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pertanggujawaban ke konsumen. Bagaimana jika konsumen tidak tahu HP yang dibeli itu BM? apa kompensasinya ke konsumen dan siapa yang akan bertanggung jawab. Konter yang menjual? atau distributor HP yang memasukan HP tersebut?

Setidaknya jika aturan ini akan diterapkan harus ada sosialisasi ke konsumen dan solusinya jika HP yang mereka ternyata BM. Jika konter atau distributor tidak bisa mengganti unit akan bagaimana?

Hmm saya pribadi sangat setuju jika aturan ini diberlakukan namun tentunya perlu dipikirkan matang solusinya agar konsumen juga tidak dirugikan jika HP yang dibelinya adalah BM.

no image

Ada teman pengen install dual boot linux dengan windows namun dia tidak memahani apa sih itu EXT4, MBR, GUID, Mount, dll. Akhirnya saya ceritakan panjang lebar supaya paham dulu basicnya. Tujuannya agar tidak salah langkah dalam install linux. Banyak yang nggak paham atau hanya ngerti setengah-setengah dan akhirnya malah partisi windowsnya rusak. Bagi yang mau dual boot pahami dulu ketiga hal ini. Oke langsung saja ke pembahasannya

1. File system
File system adalah sekumpulan perintah untuk menyimpan file. Kalau dianalogikan sebuah tempat penyimpanan buka, file system ini adalah metode atau flow proses bagaimana buku ditata ke dalam rak. Sebagai contoh buku yang kecil di depan sedangkan yang besar dibelakang. Semua ruangan harus terisi dengan buku alias kalau ada tempat kosong maka yang dibelakang dipindah ke depan supaya rapi, dst. Tujuan dari file system ini adalah untuk mengatur agar file atau dokumen tersimpan dengan baik sehingga mudah dicari, tidak berantakan, dan sebagainya. 

Setiap operating system memiliki file system sendiri-sendiri. Untuk keluarga windows ada FAT, FAT32, dan NTFS. System operasi moderen seperti windows 7, 8, 8.1 dan 10 cenderung dijalankan dengan NTFS yang merupakan system file modern. Untuk linux ada EXT2, EXT3, EXT4, dan Swap. Linux moderen biasanya defaultnya akan menggunakan EXT4 untuk data dan file system tipe swap yang digunakan sebagai swap. Lalu untuk macintosh menggunakan partisi HFS+.

Apakah semua file system tersebut dapat saling disupport? secara native tidak semua saling support. FAT32 bisa dibilang universal karena linux dan mac bisa membaca dan menulis di file system FAT32. Untuk NTFS linux dan mac bisa membaca namun untuk write dibutuhkan aplikasi pihak ketiga. Sementara windows tidak bisa membaca file system linux dan Mac secara native. Diperlukan aplikasi pihak ketiga untuk mengaksesnya. 

sebagai tempat installasi OS wajib menggunakan partisi defaultnya. Contoh windows menggunakan NTFS untuk partisi yang menampung OS, linux menggunakan EXT4 untuk partisi OS-nya dan mac menggunakan HFS+. Sementara untuk data tidak harus sama, jika tidak mau report bisa menggunakan FAT32 atau ExFAT. File system exFAT mirip dengan FAT32 namun dapat menyimpan single file berukuran lebih dari 4GB dimana ada FAT32 terdapat limitasi untuk single file berukuran di atas 4GB. 

2. Partition
Sering kali banyak yang beranggapan kalau partition itu adalah drive C:, drive D:, dst. Hal ini tidak lah salah namun kurang tepat. Model drive hanya digunakan di OS Windows sedangkan di Linux tidak mengenal drive demikian juga di MAC. Lalu apa sih partition itu?

Sesuai namanya partition atau dalam bahasa indonesia partisi adalah sebuah sekat. Kita ibaratkan hardisk adalah sebuah ruangan. Partisi adalah pemisah di dalam ruangan tersebut. Misalnya dibagi menjadi 2 bagian, 4 bagian, dst. Masing-masing bagian ini dapat memiliki file system yang berbeda-beda. Ibarat partisi pertama menggunakan rak kecil sementara partisi lainya menggunakan rak besar, dst.

Sesuai fungsinya partisi untuk membedakan ruang penyimpanan data. Idealnya sebuah hardisk minimal memiliki 2 partisi, 1 untuk menampul file2 operating system satu lagi untuk penyimpanan file. Tujuannya adalah apabila akan dilakukan install ulang cukup memformat partisi OS saja sehingga data tidak hilang karena partisi data tidak ikut diformat.

Nah untuk dual booting ini maka perlu rencana pembuatan partisinya. Misal hardisk 500GB idealnya dibagi 3 atau 4 bagian. 1 untuk partisi windows (NTFS), 1 untuk partisi linux (EXT4), 1 untuk partisi SWAP dan 1 partisi untuk data. Swap idealnya 2x jumlah RAM dan untuk data bisa menggunakan Exfat agar dapat diakses oleh windows maupun linux tanpa kendala.

Balik lagi ke awal mengenai penamaan partisi. Pada system windows partisi akan dibaca sebagai drive sedangkan di linux partisi dibaca sebagai folder-folder. Pada linux partisi utama dibaca menggunakan simbol / yang berisi file2 system operasi linux. Sedangkan untuk data menggunakan /Home dan /Swap untuk partisi Swap. Sebenarnya tidak ada perbedaan hanya namanya saja yang berbeda. 

Ada istilah mount di linux yang fungsinya adalah mengarahkan. Sebagai contoh hardisk external yang ditancapkan pada usb oleh linux akan terdeteksi pada folder /dev/sda1. Perintah mount akan memudahkan kita misalnya dimount ke /storage maka untuk membuka hardisk external tersebut tidak perlu ke /dev/sda1 namun cukup ke /storage. Mount ini juga digunakan di Windows namun pada OS windows hardisk menggunakan mount drive (C.D.E.dst) sebagai pembeda dari folder. 

Silahkan ditentukan dulu jumlah partisinya jangan main install aja tanpa memperhatikan structur partisinya.

3. Partition Table

lanjut ke masalah partition table. Bisa dikatan partition table ini adalah struktur yang menyimpan informasi dari partisi-partisi tadi. Ada 2 tipe partition table yang lazim digunakan yaitu MBR dan GPT. 

MBR atau master boot record biasa digunakan oleh OS windows. MBR ini berisi informasi mengenai partisi dan file systemnya. Pada saat boot informasi pada MBR inilah yang akan dibaca pertama kali sehingga lokasi partisi OS bisa terbaca dan dijalankan. Structur MBR terdiri dari Primary partition dan logical partition. OS harus diinstall pada primary partition sedangn logical digunakan untuk menampung data. Kelemahan MBR hanya memperbolehkan membuat 4 primary partition dengan kata lain hanya bisa install 4 OS di primari partition. Hal ini karena dalam MBR os harus diinstall pada primary partition agar dapat terbaca pada saat booting. Selain windows, linux juga support menggunakan partisi MBR. Semenjak era windows 8 microsoft mulai meninggalkan MBR dan beralih ke GPT. Hal ini terkait perkembangan motherboard yang mulai beralih ke UEFI dan UEFI sendiri hanya bisa berjalan pada partition table GPT.

GPT atau Guid Partition Table sudah dipakai lama oleh Mac dan OS unix. Pada GPT tidak ada lagi primary dan logical. Semua partisi dianggap sama dan bisa dilakukan boot. GPT memiliki dukungan pembuatan partisi yang lebih baik dibanding MBR. Apabila GPT digabungkan dengan UEFI maka boot akan menjadi lebih cepat. UEFI tidak perlu lagi membaca MBR namun bisa langsung ke partisi yang dituju. Informasi boot tersimpan pada sebuah partisi yang berisi lokasi OS.

Nah demikian penjelasan mengenai file system, partition dan partition table. Semoga memberi pencerahan bagi yang kan install dual boot atau sedekar mengganti-mengganti partisi hardisk.



no image

Sebenarnya sudah lama pengen nulis masalah TKDN dan kali ini kebetulan lagi mood buat nulis soal TKDN. Sebelumnya buat yang belum tahu apa itu TKDN, sedikit saya jelaskan bahwa TKDN adalah aturan mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negri. Aturan ini diterapkan untuk produk ponsel yang sudah mengusung teknologi 4G LTE. Jadi singkatnya sebuah HP dengan teknologi 4G baru bisa dijual setelah lolos TKDN.

Dalam TKDN disebutkan persyaratan minimal 20% mengandung komponen dalam negri. Saat ini kebanyakan baru sebatas perakitan saja yang dilakukan di indonesia namun bisa jadi ke depan akan ditambahkan dari sisi software juga.

Nah TKDN ini menimbulkan masalah bagi produsen yang tidak mau menjalin kerja sama dengan mitra lokal perakitan di indonesia. Banyak ponsel tidak bisa dijual secara resmi di indonesia karena belum dirakit di indonesia. Namun sejumlah brand besar sudah mematuhi aturan ini seperti Samsung dengan pabriknya di cikarang, ASUS dengan mitra sat nusa persada di batam, Smartfren, LG, dll.

Beberapa vendor seperti Xiaomi masih belum memenuhi aturan TKDN ini. Beragam kekesalan dilontarkan para fans Xiaomi karena banyak produk Xiaomi seperti Redmi 3, Redmi note 3, Mi5 tidak bisa masuk secara resmi. Walaupun sebenarnya sudah banyak beredar yang BM alias distributor yang secara jaminan garansi tentu tidak bisa diharapkan.

Banyak fans xiamoi yang menyalahkan keberadaan TKDN ini yang menurut saya kurang tepat. Fans boleh saja namun juga harus bijak melihat manfaat jangka panjang yang lebih luas. Jangan hanya karena Xiaomi tidak bisa jualan lalu TKDN dihilangkan. Ini pemikiran yang sangat picik, mau menang sendiri hanya demi sebuah HP Xiaomi. Come on guys it's just a phone. Masih banyak ponsel selain Xiaomi kok yang speknya dan desainya setara.

Vendor lain saja mau memenuhi aturan TKDN kok, kalau Xiaomi tidak mau artinya brand xiaomi tidak menganggap indonesia sebagai pasar yang penting dan diutamakan. Padahal secara pasar indonesia tentu sangat potensial. Memang secara cost akan lebih tinggi jika dibandingkan import barang jadi namun itulah konsekuensi yang harus dihadapi jika ingin jualan di indonesia.

Justru sebagai warga negara yang baik kita mendukung adanya TKDN ini. Manfaatnya sangat besar, mampu membuka lapangan pekerjaan dan terlebih lagi transfer knowledge. Memang saat ini masih sebatas merakit namun bukan tidak mungkin ke depan sudah bisa memproduksi sendiri beberapa komponenya. Dengan memaksa vendor merakit ponsel di indonesia maka akan muncul banyak pemikiran terkait pembuatan komponen ataupun terobosan lain agar cost menjadi lebih murah dibanding import.

Terlepas masih banyaknya HP BM yang dijual bebas, bagaimanapun TKDN akan membawa negara kita tidak menjadi target konsumer saja namun menjadi basis produksi. Jika didukung dengan serius dan difasilitasi dengan baik bukan tidak mungkin nantinya akan berkembang menjadi pembuat komponen tidak hanya menjadi perakitan saja.





no image

Entah mengapa setelah sekian lama tidak mengikuti perkembangan hackintosh baru-baru ini saya mencoba kembali install macintosh. 

Berhubung sudah tidak punya PC lagi maka korban satu-satunya adalah laptop dell latitude 3340 yang sudah berisi OS Windows 10. Karena saat ini cuma pakai SSD 128gb yang tentunya sangat kurang kalau harus dual boot dengan hackintosh. Akhirnya saya pakai kembali hardisk 500GB bawaan.

Langkah pertama saya clone SSD ke HDD 500gb dengan acronis to do backup. Semua berjalan lancar dan windows 10 bisa booting tanpa kendala di HDD 500gb.Setelah browsing akhirnya saya menemukan cara yang mudah untuk install dual boot dengan mac os el capitan. 

Sebelumnya cara ini hanya berjalan jika laptop sebelumnya sudah menggunakan partition table GUID dan boot windows dengan UEFI bukan legacy. Jika kondisi sudah sama silahkan simak panduannya.

Tool yang dibutuhkan
3. Installer OSX El Capitan
4. Clover EFI
5. Flashdisk bootable untuk gparted (ukuran bebas)
6. Flashdisk 16gb untuk bootable Mac OS El Capitan

Membuat partisi untuk mac os El Capitan
1. Silahkan lakukan resize partition untuk mendapat free space yang akan digunakan untuk partisi Mac OS. Anda bisa menggunakan tool apa saja untuk resize partisi ini. 
2. Setelah memiliki free space, buat gparted bootable dengan aplikasi win32 image.
3. Masuk ke Gparted kemudian pada unallocated partition create HFS+ partition

Membuat Bootable Mac OS El Capitan
ada banyak tutorial untuk membuat bootable Mac OS El Capitan karena saya tidak punya mac os maka saya download langsung yang sudah jadi alias sudah diisi dengan Clover bootable. Berikut saya dapatkan dari group hackintosh indonesia. Silahkan download yang sesuai dengan tipe prosesor. untuk Dell Latitude 3340 download versi haswell.

1.untuk ivy bridge = https://drive.google.com/file/d/0B7K7a5SOyXVBMWU1R1JIb2V2NlE/view?usp=sharing
2.untuk sandy bridge = https://drive.google.com/file/d/0Bx2F5n8683GjVjVxbUxnaEwwaXM/view?usp=sharing
3.untuk haswell = https://drive.google.com/file/d/0B5QjaW6-d8l3ejZWSUdodmROLU0/view?usp=sharing
4.untuk broadwell = https://drive.google.com/file/d/0Bx2F5n8683GjZElpNlh5Ui1pTUk/view?usp=sharing

1. Setelah download untuk latitude 3340 silahkan download EFI Clover khusus untuk 3340 di sini 
https://drive.google.com/open?id=0B_C4-GVzUnGOVWNmVEo0SU9HdW8
2. Copy clover ke folder EFI/CLover pada bootable flashdisk

Install Mac OS El Capitan
1. Pastikan setting BIOS berikut:
- Secure boot = Disable
- Legacy Boot = Unchecked
2. Pada saat booting awal pilih boot dengan flash disk. Kemudian pilih installer MAC OS lalu tekan spacebar dan pilih boot with verbose. Tunggu sampai jendela installasi Mac OS muncul
3. Setelah muncul click next sampai dengan menu pemilihan disk. Pada finder pilih go lalu pilih disk utility.
4. Pilih partisi mac os yang sudah dibuat lalu klik file dan enable journaled. Kemudian keluar dari disk manager
5. Pada jendela pemilihan disk pilih partisi mac os tadi lalu klik next sampai selesai

Initial Boot Mac OS
1. Setelah selesai install boot kembali dengan USB installer 
2. Pilih partisi Mac OS yang diinstall tadi dan tunggu sampai muncul jendela selanjutnya. Silahkan ikuti stepnya sampai pada pembuatan account
3. Setelah setup selesai boot kembali mac dengan USB Installer
4. Setelah masuk ke dalam mac install clover EFI dan pilih partisi macnya lalu reboot
5. Masuk kembali dengan USB installer kemudian install aplikasi clover configuration untuk mount partisi EFI
6. Setelah muncul partisi EFI di desktop. Copy file Clover seperti pada saat pembuatan bootable flashdisk
7. Silahkan lakukan restart dan apabila defaultnya langsung masuk windows silahkan rubah boot dengan partisi mac. Maka akan muncul jendela clover boot seperti boot dari USB flashdisk